09 April 2026
SEMARANG – Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) terus menunjukkan komitmennya dalam memantau relevansi kurikulum pendidikan dengan dunia kerja. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Diseminasi Tracer Study 2025 yang berlangsung pada Rabu, 8 April 2026, bertempat di Ruang Rapat H.1.
Acara yang diprakarsai oleh UPT Layanan Karir dan Alumni ini menjadi agenda krusial untuk memaparkan data hasil pelacakan alumni (Tracer Study) tahun 2025 kepada jajaran pimpinan universitas dan fakultas.
Kegiatan ini dihadiri oleh para pejabat struktural universitas, mulai dari Rektorat hingga Dekanat. Di antaranya tampak hadir Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., Dr. Drs. Abdul Syukur, M.M., dan Prof. Dr. Guruh Fajar Shidik, S.Kom., M.Cs., serta para Dekan dan Kaprodi dari berbagai lintas disiplin ilmu di lingkungan Udinus.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Udinus, Prof. Dr. Pulung Nurtantio Andono, S.T., M.Kom., menyampaikan pesan kuat kepada seluruh Dosen dan Ketua Program Studi (Kaprodi). Beliau menekankan bahwa kualitas alumni sangat ditentukan oleh ekosistem belajar di kampus.
"Dosen dan Kaprodi harus memastikan mahasiswa merasa senang (happy) selama menempuh pendidikan. Mahasiswa yang bahagia akan lebih mudah menyerap ilmu sehingga menjadi pribadi yang smart dan cerdas," ungkap Prof. Pulung. Beliau berharap Career Center terus meningkatkan standar kualitas pendampingan agar setiap lulusan memiliki daya saing yang semakin tajam.
Rektor juga menceritakan pengalaman menarik saat berdiskusi dengan Ketua DPM Udinus. Melalui bekal sertifikasi Coursera yang difasilitasi kampus, mahasiswa tersebut mengaku telah mendapatkan tawaran pekerjaan freelance dengan gaji yang sangat kompetitif sebelum lulus. Hal ini membuktikan bahwa sertifikasi internasional sangat efektif membantu mahasiswa menemukan jalur karier yang menjanjikan.
Kepala UPT Layanan Karir dan Alumni, Dr. Heribertus Himawan, S.Kom, M. Kom, memimpin jalannya diseminasi ini dengan menekankan pentingnya akurasi data alumni sebagai basis pengambilan keputusan strategis kampus.
Pokok pembahasan utama adalah hasil evaluasi Tracer Study 2025 yang mencakup masa tunggu lulusan, kesesuaian bidang kerja, hingga tingkat kepuasan pengguna lulusan (user satisfaction). Data ini diharapkan menjadi rujukan prodi dalam evaluasi kurikulum, pemenuhan IKU akreditasi, dan perancangan program pengembangan karier bagi mahasiswa tingkat akhir.
Dalam sesi diskusi, Dr. Heribertus Himawan menyampaikan sejumlah harapan dan usulan transformatif bagi masa depan pengelolaan mahasiswa dan alumni di Udinus. Beliau menekankan perlunya memperkuat ikatan emosional alumni agar partisipasi dalam tracer study meningkat.
"Kami berharap alumni bisa lebih merasa memiliki Udinus. Salah satu caranya adalah dengan lebih intens mengadakan temu alumni, sehingga kepedulian mereka untuk berkontribusi balik—termasuk mengisi data tracer—menjadi lebih tinggi. Selain itu, langkah ini penting untuk memperkuat jejaring alumni, khususnya bagi mereka yang telah menjadi wirausahawan, guna memperluas peluang kerja maupun posisi magang bagi para adik tingkatnya," ujar Pak Himawan.
Beberapa poin usulan strategis yang ditekankan oleh beliau meliputi:
Sentralisasi Pembinaan: Pak Himawan mengusulkan agar kegiatan penempaan soft skill dan mental health sepenuhnya dikelola secara terpusat oleh Career Center, sehingga prodi dapat lebih fokus pada kompetensi akademik.
Apresiasi Magang Bergengsi: Adanya harapan agar mahasiswa yang telah mengikuti magang di perusahaan prestisius dan menunjukkan kesiapan kerja melampaui materi kuliah, dapat diberikan kemudahan dalam proses penyelesaian studi (segera lulus).
Pembinaan Portofolio Sejak Dini: Beliau berharap Career Center diberi ruang sejak semester awal untuk membina mahasiswa dalam menyusun portofolio profesional melalui jejaring LinkedIn. Dalam hal ini, tugas prodi adalah menempa kualitas karya mahasiswa agar layak menjadi isi portofolio tersebut.
Penekanan Sertifikasi Internasional: Menyoroti tren industri saat ini, beliau mendorong agar sertifikasi internasional (seperti Coursera yang sudah mulai dijalankan) menjadi prioritas utama. Menurutnya, sertifikasi internasional kini jauh lebih diminati oleh perusahaan dibandingkan sertifikasi nasional seperti BNSP.
Pertemuan yang berlangsung interaktif ini menjadi wadah sinergi antara data UPT Layanan Karir dan Alumni dengan rencana kebijakan para pimpinan fakultas. Dengan adanya berbagai masukan strategis tersebut, Udinus berkomitmen untuk terus beradaptasi demi mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tangguh dan kompetitif di kancah global.